Siapa Nabi Yeremia Tulus dan Dilindungi Tuhan?

Kristen Katolik

Nabi Yeremia Tulus dan Dilindungi Tuhan

Tulus berarti sungguh dan bersih hati, benar-benar keluar dari hati yang suci. Orang yang tulus akan melakukan sesuatu dengan apa adanya, tidak ada motivasi yang salah, dan dia tidak akan menaruh curiga terhadap orang lain, bahkan terhadap orang di sekitarnya. Itulah Yeremia!.

Kristen Katolik

 

Seorang nabi utusan Tuhan (Yeremia) adalah orang yang tulus, oleh karena itu dia tidak menyangka ada orang-orang yang mengadakan persepakatan jahat untuk membunuhnya. Yeremia menyamakan dirinya dengan anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih. Anak domba jinak itu tidak akan memberontak ketika orang menyeretnya ke tempat pembantaian. Demikianlah Yeremia tidak menaruh curiga sama sekali terhadap orang-orang yang ternyata sudah mengambil keputusan, “Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkan dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!” Padahal, mereka adalah orang-orang Anatot, orang-orang yang sekampung dengannya, yang tentu saja di antara mereka ada keluarga besarnya. Tetapi, Tuhan tidak membiarkan niat jahat mereka itu kesampaian. Tuhan melindungi Yeremia dengan memberitahu niat jahat mereka tersebut kepadanya. Tuhan sendiri yang menghukum mereka, baik oleh pedang maupun kelaparan.
Tuhan tidak hanya melindungi Yeremia dari orang-orang Anatot, tetapi juga dari bangsa Yehuda secara menyeluruh. Bangsa Yehuda tidak senang dengan Yeremia yang bernubuat atas nama Tuhan. Yeremia menjadi musuh banyak orang, dan ini menyebabkan dia menderita yang berkepanjangan (Yer 15:18). Bisa dibayangkan situasinya bahwa setiap saat nyawa Yeremia terancam, bagai telur di ujung tanduk. Sewaktu-waktu orang bisa membunuhnya dan mungkin orang yang membunuhnya tidak akan dinyatakan bersalah, sebab memang Yeremia yang dianggap bersalah. Mengerikan! Namun, Tuhan semesta alam berada di pihak Yeremia, selama Yeremia mendekatkan diri kepadaNya. Tuhan akan menjadikan Yeremia seperti tembok yang berkubu tembaga, dimana tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkannya. Pernah suatu kali ketika selesai menyampaikan nubuat akan kehancuran Bait Suci di Yerusalem, Yeremia juga akan dibunuh, namun Tuhan melindunginya melalui tangan Ahikam bin Safan (Yer 26:24). Ahikam bin Safan adalah salah seorang pegawai Raja Yosia dan masih eksis pada zaman Raja Yoyakim. Bukan kebetulan kalau dia yang melindungi Yeremia dari pembunuhan, tentu ada campur tangan Tuhan di dalamnya.
Dalam kitab Amsal dikatakan, “Jalan Tuhan adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat.” Oleh sebab itu, jadilah orang yang tulus, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Mungkin saja orang tidak senang dengan kita dan berusaha mencelakai kita, tetapi Tuhan akan melindungi kita. Pada akhirnya, orang yang tuluslah yang akan memperoleh berkatNya.

Jaminan Ilahi
Tuhan mengucapkan kata-kata ini kepada Musa di semak yang terbakar (Kel 3:12), Yosua di Yordan (Yos 1:5), dan Yakub di Betel (Kej 28:15). Ini juga mengingatkan kita akan kata-kata perpisahan dari Yesus, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat 28:20). Penekanan utama disini adalah bahwa Tuhan akan selalu tersedia bagi hamba-hambaNya. Kata-kata ini juga tersirat peringatan bahwa Tuhan akan berada di dekatnya untuk menandai kata-kata dan perbuatannya. Tuhan berjanji menyertai Yeremia dan memelihara dia, tetapi bukan untuk mencegah datangnya kesulitan. Tuhan tidak meluputkan dia dari tindakan pemenjaraan, pengusiran, atau penghinaan. Janji itu bukan berarti bahwa Yeremia akan dibebaskan dari pencobaan tetapi akan dimampukan untuk melewati pencobaan. Justru dari masalah kehidupanlah buah iman seorang Yeremia akan semakin tumbuh dan berkembang. Bagaimana dengan kita?

Be the first to comment

Leave a Reply